Uncategorized

Jenis – Jenis Kualitas Video


video

Cam-RIP
CamRip biasanya di ambil atau di rekam dari suatu bisokop dengan mengunakan sebuah digital video camera (atau sejenisnya). Biasanya film jenis ini sangat buruk kualitasnya dikarenakan oleh sudut pengambilan yg kurang baik, atau goncangan camera. Serta kualitas suara yg buruk karena mengunakan onboard microphone pada camera tersebut. Kadang juga terdengar suara penontonnya. Karena faktor ini, kualitas film CAM sangat buruk sekali, mengingat banyak interferensi dan keadaan. Kelebihan dari CAM adalah ketersediannya, dalam waktu 24 jam setelah ditayangkan di bioskop biasanya telah ada di internet.

Telesync (TS)
Hampir sama dengan CAM namun telesync menggunakan external audio source (sebuah audio jack yang terletak di kursi digunakan untuk orang yang sulit mendengar). Dengan memanfaatkan direct audio source belum tentu memastikan kualitas dari audio source tersebut, terkadang ada juga background noise yang menginterferensi. Biasanya telesync di putar oleh bioskop yang sepi yang memutar film dengan menggunakan proyektor khusus dengan professional camera, telesync mungkin akan memberikan kualitas gambar yang lebih baik dan qualitas suaranya juga. Namun biasanya persentase Telesyncs adalah CAM yang telah di label ulang.

Telecine (TC)
Telecine adalah sebuah metode pengkopian film digital langsung dari pita. Kualitas suara dan gambarnya sudah sangat baik, namun karena peralatan yang dibutuhkan untuk merekam telecine ini sangat jarang ditemui dan sudah menjadi langka. Biasanya film ini juga akan di perbaiki aspect ratio nya, dengan menggunakan standar 4:3 telecine.

SVCD
SVCD adalah dasar format mpeg2 (sama dengan DVD). Dengan bit-rates di atas 2500kbits pada resolusi 480×480 (NTSC) dengan decompressed kedalam aspect ratio 4:3 pada saat play back. Karena perbedaan bit-rate dan lebih panjang di banding dengan VCD maka tidak akan muat di masukan ke dalam single CDR.

CVD
CVD adalah kombinasi dari format VCD dan SVCD yg umumnya supoort dengan kebanyakan DVD players. dan support MPEG2, bit-rates SVCD, dengan menggunakan resolusi 352×480 (ntsc). Umumnya orang jarang sekali ada yg merelease dalam format CVD.

XVCD/XSVCD
Sama dengan format dasar (VCD/SVCD) yg memiliki resolusi dan bit-rates tinggi (spt VCD/SVCD).tetapi format XVCD/XSVCD biasanya tergantung oleh player yg akan di gunakan (umunya tdk semua support sept VCD). X(S)VCD adalah bukan standar resmi. dan biasanya hanya di gunakan pribadi untuk home-ripping oleh orang2 yg memang tdk ada niat utk di perjualbelikan.

X264
X264 adalah open source encoder untuk H.264,codec yg di gunakan untuk High-Definition movies di HD-DVDs and Blue-Ray Discs. X264 merupakan avi.format yg populer sekarang karena memiliki kualitas lebih baik.

Screener (SC)
Film jenis ini biasanya dicopy dari video VHS yang telah resmi di release. Ciri khas film dengan flag ini adalah, masih adanya peraturan undang-undang hak cipta di awal film tersebut. Kualitasnya cukup baik, karena dicopy dari sumber aslinya langsung.

DVD Screener (DVDScr)
Sama dengan SCREENER hanya pada tipe ini, data diubah kedalam format DVD

DVDRip
Copy dari final released DVD yang di Convert menjadi file berbentuk SCVD dan Divx/Xvid dengan kualitas yg cukup baik (biasanya tergantung dari master DVD yg ingin di Convert).

VHSRip
VHSRip adalah hasil transfer dari kaset VHS (biasanya dari video VHS) seperti olahraga,video dsb,yg di convert dalam bentuk SVCD/VCD/Divx/Xvid.

NTSC/PAL
NTSC punya frmae rate lebih tinggi dibanding PAL (29fps berbanding 25fps) tetapi PAL resolusinya lebih besar dan lebih tajam.

R3
Adalah Region 3 yang berasal dari Asia tenggara dan Asia timur (termasuk Hong Kong)
Qualitas R3 mirip dengan dvd. Mereka banyak menggunakan TS atau cam English audio rip karena high quality audio akan didapat pada bahasa Region 3.

R5
Sama dengan DVDRip, namun sourcenya berasal dari DVD yang telah release terlebih dahulu di Rusia., Saat ini Russia movie studio mulai membatasi jumlah DVD yang masuk ke negaranya, ini diakibatkan untuk menghindari akan adanya pirate telecines (yang sering dilakukan di Rusia). Hingga saat ini, sangat jarang sekali ditemui telecines, dan kebanyakan film telecine yang kita lihat adalah R5 retail. R5 retail adalah hasil konversi dari studio, mereka pada dasarnya mencoba untuk memerangi pembajakan sehingga mereka membuat DVD dengan kualitas baik dan harga murah juga, hampir tidak ada cleanup di film nya setelah melalui proses telecine. Jadi perbedaan paling utamanya adalah, telecine dikeluarkan oleh para pembajak sedangkan r5 di keluarkan oleh studio yang menggunakan peralatan yang pro, professional studio dan orang orang yang professional. Qualitas dari R5 mirip dengan dvdscr, mereka juga biasanya menggunakan TS atau english cam audio rip karena kualitas audio yang lebih tinggi dibanding bahasa Rusia.

TVRip/Episodes
Film dengan jenis ini, biasanya direkam langsung pada saat film tersebut sedang disiarkan. Kulitas bergantung pada stasiun televisi yang menyiarkan, apakah film tersebut disiarkan dalam format high definition atau tidak. Kalau film tersebut disiarkan dengan format high definition, maka kualitasnya akan sangat baik.

DSRip (Digital Satelite)
Direkam dari transmisi satelite, kualiatasnya baik, biasanya di encode dalam format xvid.

PDTV (Pure Digital TV)
Film jenis ini direkam melalui jaringan TV digital dengan menggunakan Tv Tuner yang mendukung format digital. Kualitasnya sangat baik, biasanya di encode dalam format xvid.

HDTV (High Definition TV)
Sama dengan PDTV.

Workprint (WP)
Merupakan salinan dari film yang belum selesai, bisanya terdapat adegan yang hilang, suara yang tidak beraturan. Kualitas film dengan tipe ini bevariasoi, dari yang paling baik hingga yang paling buruk.

DivX Re-Enc
Merupakan film yang disalin dari DVD / VCD aslinya, damun di encode ulang, untuk menghasilkan ukuran yang lebih kecil. Tipe ini sering dijumpai pada dunia underground dan fansub. Contoh film-film anime biasanya tergolong ke dalam jenis ini.

DivX / XviD

DivX adalah sebuah format yang di design untuk multimedia platform. Teknologi ini menggunakan 2 jenis codec, (1) low motion, (2) high motion. Kebanyakan film film tua di encode dengan menggunakan low motion only, karena teknologi film tersebut memiliki masalah pada high motion. Metode lainya disebut dengan SBC (Smart Bit-rate Control) yang dikembangkan untuk dapat men switch codecs pada saat encoding, dan menghasilkan gambar yang lebih baik. Format video ini menggunakan Ana orphic dan bit-rate/resolution sangat variatif. Sehingga DVD player pun dapat memainkan film dengan kualitas DivX ini, biasanya format ini akan lebih baik jika di encode dari DVD, dan biasanya akan memakan waktu sekitar 2jam per disc untuk meng konversi data nya. Beberapa codec yang tersedia biasanya menggunakan Divx3.11a dan XviD codec.

Bluray/HD
Resolusi jauh lebih besar yaitu 1920×1080 atau 1280×720 (tergantung filenya). Konsekuensinya, file jadi besar dan memutarnya juga berat, sehingga diperlukan spesifikasi komputer yang tinggi juga. kalau tidak nanti jadi patah-patah. Kualitas ini jauh lebih baik dari DVDRip.

mHD
mini/micro HD, hampir sama dengan HD, tetapi dengan resolusi yang lebih kecil yaitu 1280x5xx, sehingga ukuran filepun juga lebih kecil dibandingkan HD.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s